<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Tsar cev&#039;s</title>
	<atom:link href="http://tsarcev.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tsarcev.wordpress.com</link>
	<description>Cakrawala di Atas Kepala Kita</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Nov 2009 11:14:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='tsarcev.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/6befe80eb24ec5f64413e6f2a84a19a2?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Tsar cev&#039;s</title>
		<link>http://tsarcev.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://tsarcev.wordpress.com/osd.xml" title="Tsar cev&#039;s" />
	<atom:link rel='hub' href='http://tsarcev.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Perang &#8220;Cyber&#8221; Itu Ternyata Ada</title>
		<link>http://tsarcev.wordpress.com/2009/11/24/14/</link>
		<comments>http://tsarcev.wordpress.com/2009/11/24/14/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 10:59:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsarcev</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sains]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsarcev.wordpress.com/2009/11/24/14/</guid>
		<description><![CDATA[Washingtons (ANTARA News) &#8211; Perusahaan keamanan jaringan internet, McAfee, Rabu, mengingatkan bahwa China, Prancis, Israel, Rusia dan Amerika Serikat adalah sejumlah negara yang sedang mengembangkan senjata cyber. &#8220;McAfee mulai memperingatkan adanya perlombaan senjata cyber lebih dari dua tahun lalu, tapi kini kita sedang menyaksikan fakta bahwa ancaman itu nyata,&#8221; kata Dave DeWalt, presiden dan kepala [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tsarcev.wordpress.com&amp;blog=10651963&amp;post=14&amp;subd=tsarcev&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#00ff00;">Washingtons (ANTARA News) &#8211; Perusahaan keamanan jaringan internet, McAfee, Rabu, mengingatkan bahwa China, Prancis, Israel, Rusia dan Amerika Serikat adalah sejumlah negara yang sedang mengembangkan senjata cyber.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">&#8220;McAfee mulai memperingatkan adanya perlombaan senjata cyber lebih dari dua tahun lalu, tapi kini kita sedang menyaksikan fakta bahwa ancaman itu nyata,&#8221; kata Dave DeWalt, presiden dan kepala eksekutif McAfee Inc.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">&#8220;Sejumlah negara di dunia terlibat aktif dalam persiapan dan serangan semodel perang cyber. Sekarang, senjata (pemusnah massal) itu nuklir, tetapi dunia maya, dan semua orang mesti membiasakan diri dengan ancaman ini,&#8221; katanya.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;"><span id="more-14"></span><br />
</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">McAfee yang berbasis di Santa Clara, California ini, dalam laporan tahun kelimanya bertajuk &#8220;Virtual Criminology Report,&#8221; menyebutkan bahwa China, Prancis, Israel, Rusia and AS telah mengembangkan &#8220;kemampuan cyber ofensif nan canggih.&#8221;</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">McAfee mengatakan bahwa kecenderungan serangan cyber dengan sasaran politik terus meningkat, meskipun para pakar tidak bersepakat mengenai adanya perang cyber.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Diantara banyak kasus yang tersebutkan dalam laporan itu adalah kampanye perang cyber pada Agustus 2008 antara Georgia melawan kaum nasionalis Rusia selama perang Ossetia Selatan dan serangan cyber pada Juli 2009 terhadap laman-laman milik pemerintah AS dan Korea Selatan yang diyakini oleh sejumlah pakar dilakukan oleh Korea Utara.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">&#8220;Hampir setahun terakhir ini, serangan cyber bermotif politik telah meningkatkan kekhawatiran dan kecemasan, karena membidik target-target seperti Gedung Putih, Departemen Dalam Negeri, Dinas Rahasia AS dan Departemen Pertahanan di AS sendiri,&#8221; kata McAfee.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">&#8220;Negara kebangsaan aktif mengembangkan kemampuan peperangan cyber dan terlibat dalam perlombaan senjata cyber dengan target jejaring-jejaring pemerintah dan infrastruktur kunci,&#8221; katanya.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">McAfee mengungkapkan apa yang disebut &#8220;Perang Dingin Cyber&#8221; tampaknya tengah terjadi.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">&#8220;Ketika kita belum menyaksikan adanya perang cyber yang panas antara negara-negara besar, upaya negara bangsa untuk membangun kemampuan serangan cyber yang bertambah canggih yang pada beberapa hal ada hasrat untuk menggunakannnya, menunjukkan bahwa &#8216;Perang Dingin Cyber&#8217; telah dimulai,&#8221; paparnya.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">McAfee mengungkapkan, infrastruktur-infrastruktur kunci secara khusus ada dalam posisi rentan, sebagian karena ketergantungannya kepada Internet.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">&#8220;Jika konflik cyber besar meledak, maka sangat mungkin bahwa sektor swasta akan terjebak,&#8221; katanya.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">&#8220;Sebagian besar pakar sepakat bahwa sistem infrastruktur kunci -seperti gardu listrik, perbankan dan keuangan, serta sektor minyak dan gas- di banyak negara rentan dari serangan cyber.&#8221;</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">&#8220;Di negara maju, infrastruktur kunci itu tersambung dengan Internet dan ketidaksempurnaan fungsi keamanan jaringan, membuat instalasi-instalasi itu rentan dari serangan,&#8221; demikian McAfee.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Perusahaan itu mengungkapkan, beberapa negara aktif memata-matai untuk mengindetifikasi kondisi rentan khusus dan mengutip seorang pakar yang tak mengungkapkan jati dirinya bahwa mereka tengah menghamparkan medan perang elektronik dan bersiap menggunakannya.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">McAfee mengungkapkan apa yang dimaksud dengan langkah perang di dunia cyber -dan respon baliknya- belum jelas.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">&#8220;Perang cyber menjerat begitu banyak aktor berbeda melalui begitu banyak cara berbeda sehingga hukum-hukum perang tidak jelas bentuknya,&#8221; katanya.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">&#8220;Tanpa pemahaman yang layak, nyaris mustahil menentukan kapan respons atau ancaman politik dari aksi militer ditentukan,&#8221; ujarnya.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Laporan McAfee disiapkan oleh pakar keamanan jaringan Paul Kurtz, mantan penasehat Gedung Putih dan memasukkan wawancaran terhadap lebih dari 20 pakar hubungan internasional, keamanan nasional dan Internet dari seluruh dunia. (*)</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">COPYRIGHT © 2009</span><a href="http://antaranews.com"></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tsarcev.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tsarcev.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tsarcev.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tsarcev.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tsarcev.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tsarcev.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tsarcev.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tsarcev.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tsarcev.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tsarcev.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tsarcev.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tsarcev.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tsarcev.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tsarcev.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tsarcev.wordpress.com&amp;blog=10651963&amp;post=14&amp;subd=tsarcev&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsarcev.wordpress.com/2009/11/24/14/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/88922e7c487953c6cbe4e62221f4943d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tsarcev</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perasaan Guru di Hari Guru</title>
		<link>http://tsarcev.wordpress.com/2009/11/24/4/</link>
		<comments>http://tsarcev.wordpress.com/2009/11/24/4/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 10:18:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tsarcev</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsarcev.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Lahirnya Undang-Undang (UU) Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen membawa sedikit angin segar bagi profesi guru. UU ini menjadi semacam ‘penyejuk hati’ guru, sekaligus merupakan bentuk pengakuan dan apresiasi pemerintah terhadap profesi guru. Diyakini dengan adanya UU Guru dan Dosen martabat guru semakin dihargai, profesi guru dapat disejajarkan dengan profesi-prosesi lain, mendorong peningkatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tsarcev.wordpress.com&amp;blog=10651963&amp;post=4&amp;subd=tsarcev&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top"><img class="size-medium wp-image-6 alignleft" title="amri" src="http://tsarcev.files.wordpress.com/2009/11/amri1.gif?w=234&#038;h=139" alt="" width="234" height="139" /></p>
<p><span style="color:#00ff00;"><strong>Lahirnya </strong>Undang-Undang (UU) Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen   membawa sedikit angin segar bagi profesi guru. UU ini menjadi semacam <em>‘penyejuk   hati’</em> guru, sekaligus merupakan bentuk pengakuan dan apresiasi   pemerintah terhadap profesi guru. Diyakini dengan adanya UU Guru dan Dosen martabat   guru semakin dihargai, profesi guru dapat disejajarkan dengan profesi-prosesi   lain, mendorong peningkatan kualitas guru, dan akhirnya bermuara pada   peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;"><span id="more-4"></span></span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Dengan adanya UU Guru dan Dosen, saat ini profesi guru pun mulai dilirik   orang, karena UU ini menjanjikan perbaikan kesejahteraan guru bagi guru   profesional, yaitu tunjangan sebesar satu kali gaji pokok dan tambahan   tunjangan fungsional (Permendiknas RI Nomor 18 Tahun 2007). Meski demikian,   UU Guru dan Dosen juga membawa konsekuensi yang tidak mudah bagi para guru.   Meski menjanjikan perbaikan kesejahteraan bagi para guru, UU ini juga   menuntut banyak hal dari para guru.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Melalui sertifikasi, guru diharapkan dapat mengabdikan profesinya secara   serius, total dan holistik karena telah ditunjang dengan penghasilan yang   lebih dari pegawai yang lain. Guru harus memiliki kapasitas dengan   kualifikasi akademik dan kompetensi pendidik yang mampuni  sebagai agen   pembelajaran. Kualifikasi akademik diperoleh melalui pendidikan tinggi   program sarjana (S1) atau program diploma empat (akta IV) yang sesuai dengan   tugasnya sebagai guru, kompetensi profesi pendidik: kompetensi pedagogik,   kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Tapi alangkah sayangnya, ketika ekspos tentang sertifikasi guru sudah menjadi   <em>hot issue</em> di dunia pendidikan Indonesia yang memberitakan bahwa gaji   guru dinaikkan sebesar gaji pokok, kenaikan gaji berbanding lurus dengan   peningkatan kualitas, kesejahteraan guru sudah mulai meningkat, akan tetapi   hanya ‘segelintir’ guru yang sudah menikmati tunjangan itu, sedangkan   sebagian besar guru kesejahteraannya ‘masih seperti dulu’ dan sedang berjuang   mendapatkan prediket guru yang sudah disertifikasi.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Dan ketika sebagian kecil guru baru menikmati tunjangan profesinya, dan   mereka belum menikmatinya, ada kecenderungan bahwa para penentu kebijakan   ‘belum ikhlas’ memberikan tunjangan itu.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Indikasinya adalah: <em>Pertama,</em> penentuan beban mengajar guru yang   harus 24 jam perminggu. Walaupun hal itu sudah termaktub dalam UU Guru dan   Dosen, tapi kenyataannya, beban ini hampir mustahil didapatkan bagi guru yang   mengajar mata pelajaran tertentu yang jam mata pelajarannya sedikit ditambah   lagi dengan jumlah kelas yang sedikit. Pemerintah dalam menentukan beban   kerja guru hanya melihat kondisi sekolah/ madrasah di kota   yang jumlah siswa banyak, tapi tidak melihat kondisi riil di kota   kota kecil   atau pun di desa desa;</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;"><em>Kedua</em>,  terlalu banyak aturan yang mengikat pencairan dana   tunjangan profesi. Misalnya, ada aturan yang menyebutkan kalau guru tidak   mencukupi jam mengajar pada mata pelajaran yang diampunya, dia bisa mengajar   pada mata pelajaran yang serumpun. Baru sedikit sekali guru yang menikmati   aturan ini, sekarang sudah ada peraturan baru yang mewajibkan guru mengajar   mata pelajaran yang tertera dalam sertifikat, tidak boleh mengajar mata   pelajaran yang serumpun.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;"><em>Ketiga</em>, ketika guru yang diberi tugas tambahan dengan jam wajibnya:   kepala sekolah 6 jam, wakil kepala sekolah 12 jam, kepala perpustakaan 12   jam, kepala labor 12 jam, tetapi sewaktu seorang guru yang diberi tugas   tambahan menjadi kepala labor yang diangkat oleh kepala sekolah yang jam   wajibnya 12 (dua belas) jam perminggu (PP RI Nomor 74 Tahun 2008 Tentang   Guru), ketika SK pengangkatan itu disodorkan untuk mencairan tunjangan itu,   ternyata SK itu tidak diakui, karena guru yang diangkat menjadi seorang laboran   harus disertifikasi dulu atau sertifikat nya tertulis bahwa guru itu seorang   laboran sedang informasi yang beredar dikalangan guru adalah sekarang guru   tidak boleh disertifikasi 2 kali.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Berdasarkan analisis di atas, diprediksi, suatu saat nanti disuatu daerah,   tidak seorang gurupun yang bisa mendapatkan tunjangan prosesi karena begitu   banyak peraturan peraturan yang mengikat pencairan dana tunjangan profesi   itu.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Banyak hasil studi menunjukkan, seorang guru akan dapat bekerja secara baik   dan profesional apabila guru itu memiliki kemampuan: <em>Pertama</em>, guru   harus dapat menguasai mata pelajaran yang diajarkan dengan baik (<em>academic   competence</em>). <em>Kedua</em>, guru harus dapat menginterpretasikan   kurikulum menjadi paket-paket pembelajaran, yang tersusun secara sistematis,   sistemik, dan menunjukkan relevansinya dengan mata pelajaran lain dan   kehidupan keseharian. Selanjutnya, guru dapat menyampaikan materi   pembelajaran itu kepada siswa dengan menggunakan pendekatan yang menarik,   inspiratif, dan menantang (<em>methodological competence</em>), dan kemampuan   komunikasi yaitu seorang guru harus dapat berkomunikasi dengan siswanya   secara baik. Guru juga diharapkan dapat menciptakan dan menumbuhkan suasana   pembelajaran yang saling menghargai, saling percaya, terbuka, kompetitif, dan   adil.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Menyingkapi hal itu, pemerintah telah melaksanakan berbagai pelatihan,   diklat, workshop baik dilaksanakan di tingkat daerah maupun pusat dengan   mengundang para guru, kepala sekolah, pengawas dengan berbagai tema dan   topik. Kelihatannya mereka cukup bersemangat ketika mengikuti pelatihan,   karena katanya ‘saatnya perbaikan gizi’, mendapat honor tambahan lagi.   Sedangkan apakah materinya dapat diimplematasikan di sekolah, itu masalah   lain.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Selain itu, desain pelatihan hendaknya juga dapat diarahkan pada upaya untuk   meningkatkan pemikiran kritis (<em>critical thinking</em>), kemampuan   komunikasi, dan pemanfaatan teknologi informasi. Tetapi kenyataannya tidak   sedikit penataran, diklat atau <em>workshop</em> yang tidak urgen dan tidak   relevan dengan apa yang dihadapi guru. Adapula tema penataran atau diklat   cukup relevan tetapi isinya tidak urgen. Sebagian materi penataran masih pada   tataran menjawab soal ‘apa’, sedangkan yang sangat perlu dilakukan adalah   menjawab pertanyaan <em>how</em> bagaimana melaksanakan konsep-konsep dalam   tema tema itu.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Kebanyakan penataran, diklat,  misalnya yang bertemakan Implementasi   KTSP, kebanyakkan narasumber lebih banyak menyampaikan secara tekstual kepada   para peserta, seolah olah mereka membacakan buku teks untuk peserta: definisi   KTSP, landasan hukum KTSP, prinsip pengembangan KTSP. Padahal materi materi   itu bisa dibaca oleh guru dirumah. Padahal yang penting bagi guru adalah   bagaimana cara mengimplementasikan KTSP secara komprehensif di sekolah.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Dilain pihak, guru sering dijadikan ‘kendaraan dan korban’ untuk kepentingan   kepentingan tertentu. Guru tidak punya banyak pilihan. Menjelang ‘kegiatan’   tertentu, para calon kandidat gencar mensosialisaikan ‘pendidikan gratis’   kepada masyarakat. Tetapi, kenyataannya, ‘hampir tidak mungkin’ sekolah   mengratis biaya pendidikan secara total. Sewaktu masyarakat <em>mengkonfrontir </em>masalah ini dengan sekolah yang ternyata sekolah itu tidak gratis, orang   pertama yang disalahkan adalah guru, padahal, guru sama sekali tidak   berwewenang dalam masalah ini.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Harapan masyarat yang terlalu <em>perfeksionis</em> dan berlebihan.   Masyarakat selalu menuntut guru tetap memiliki idealisme sebagai figur   pendidik yang bersih, hebat dan moral tinggi. Gerak-gerik guru selalu menjadi   perhatian serius. Melakukan kesalahan sedikit saja, masyarakat beramai-ramai   menghujatnya. Ketika ada masalah dengan dunia pendidikan, orang pertama ‘yang   ditunjuk hidungnya’ adalah guru. Ironisnya, harapan yang berlebihan itu tidak   diimbangi dengan apresiasi masyarakat yang proporsional. Profesi guru di mata   masyarakat masa kini telah kehilangan pamor, tidak lagi dianggap sebagai   pekerjaan yang luhur dan mulia.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Para siswa atau pelajar masa kini semakin   bersikap apatis terhadap persoalan-persoalan moral, terjebak ke dalam budaya   instan. Yang penting bagi siswa adalah nilai yang tinggi sedang bagi orang   tua adalah anaknya lulus. Akibatnya, guru merasa kehilangan cara yang terbaik   dan punya nilai edukatif dalam menangani aspirasi tersebut.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Dan, walaupun pemerintah sudah menghargai profesi guru, tetapi bagitu banyak   berita, opini, argumen yang masih meragukan ‘kompetensi’ guru yang terekam di   media massa: <em>Banyak guru yang tidak layak jadi guru</em> (Kompas, 24   Oktober 2009), <em>Sertifikasi guru tidak tepat sasaran</em> (Kompas online,   13 November 2009), <em>Program Sertifikasi Guru Perlu diperbaiki</em> (Kompas   online, 10 November 2009), <em>Tunjangan Profesi Guru Terancam dicabut</em> (Jambi Ekspres), <em>Guru disalahkan</em> (Kompas, 20 November 2009), dll.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Tetapi, guru patut berbagga karena Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi Ujian   Nasional yang diajukan pemerintah (Jambi Ekspres, 22 November 2009). Dengan   demikian, sebelum UN, pemerintah diwajibkan terlebih dahulu meningkatkan   kualitas guru, melengkapi sarana dan prasarana serta akses informasi di   sekolah/ madrasah di seluruh Indonesia.   Ini sebenar nya harapan guru dari dulu, tapi tidak pernah didengar.</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;">Akhirnya, hari guru diperingati setiap tanggal 25 November. Hari Guru adalah   hari untuk menunjukkan penghargaan terhadap guru. Hari untuk mengingat jasa   jasa guru. Ada   yang perlu direvitalisasi dalam peringatan hari guru sekarang ini. Apakah   relevan gelar <em>pahlawan tanpa tanda jasa</em> selalu disandangkan kepada   guru? Padahal sekarang, setiap gerak gerik guru selalu dikompensasi dengan   ‘jasa’. Selamat Hari Guru, tanpa guru, negara buntu!***</span></p>
<p><span style="color:#00ff00;"><strong>Amri   Ikhsan. S.Pd. M.Pd</strong></span></p>
<p><span style="color:#00ff00;"><strong>Guru   MAN Muara Bulian Kabupaten Batanghari</strong></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tsarcev.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tsarcev.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tsarcev.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tsarcev.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tsarcev.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tsarcev.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tsarcev.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tsarcev.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tsarcev.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tsarcev.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tsarcev.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tsarcev.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tsarcev.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tsarcev.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tsarcev.wordpress.com&amp;blog=10651963&amp;post=4&amp;subd=tsarcev&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsarcev.wordpress.com/2009/11/24/4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/88922e7c487953c6cbe4e62221f4943d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tsarcev</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tsarcev.files.wordpress.com/2009/11/amri1.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">amri</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
